Jumat, 20 Februari 2015

Selamat Ulang Tahun

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya tiada yang buka
Adakah dunia mengerti

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapnya
Satu - satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah wahai waktu
Ada "Selamat Ulang Tahun"
Yang harus tiba tepat pada waktunya
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, waktu
Ada "Selamat Ulang Tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada
Menantiku

Mundurlah, wahai waktu
Ada "Selamat Ulang Tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang slalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Rabu, 19 November 2014

Maaf dan terimakasih

"Im sorry i did not meant the hurt my little girl ...... "

Handphone ku berdering, ada sesuatu yang membuatnya bergetar. Terlihat sebuah nama yang muncul di layar handphone empat inci ini. Ada tiga deret huruf yang membuatku mengernyitkan mata. Apa yang terjadi, tumben sekali dia meneleponku. Ada apa gerangan ? Aku tak berani untuk segera memencet tombol hijau ini. Aku masih berfikir dan terus berfikir. Sebelum telepon keburu di akhiri, aku memberanikan diri untuk mengangkatnya.

Kusapa dia, namun diam tak ada suara apapun. Ku sapa lagi dan lagi. Akhirnya ada sesorang yang berbicara di seberang.
Entah apa maksudnya, kemudian dia diam lagi. Menungguku untuk berbicara, mungkin. Aku memulai pembicaraan, dia masih belum menanggapi. Aku teringat pernah mengirinya sebuah pesan singkat yang merupakan tumpahan isi hatiku selama ini. Dia membacanya namun tak pernah ada balasan darinya.

Aku kembali mengatakan apa yang pernah aku tulis untuknya, pengakuan atas semua perasaan yang tersimpan di dalam jiwa. Perlahan ku berbicara, menata kata, menguatkan hati, dan menahan isak tangis yang mulai muncul perlahan.

"Aku tak pernah mau memiliki rasa ini sebenar'a. Rasa yg entah kapan akan berakhir. Aku tak mau entah berapa lama perasaan ini akan terus seperti ini, aku selalu sakit ketika mengingatmu. Aku ingin mengatakan'a sejak dulu. Tapi aku tak pernah memiliki keberanian untuk jujur sama kamu. Semua yg berhubungan denganmu selalu membuatku sakit, maaf. Sudah dari dulu aku ingin menghapus'a, namun sampai saat ini aku masih belum bisa. Aku masih menangisimu, maaf. Aku memang bodoh yg sampai sekarang masih menunggumu. Aku yg tak bisa berkata jujur tentang perasaanku sendiri, dan membuatku seperti ini. Masih ada sisa rasa yg tertinggal di dalam hati ini. Kamu begitu indah untuk dilupakan. Aku berusaha melawan semuanya namun aku tak pernah bisa, bantu aku untuk melepaskan semuanya.. Butuh waktu selama ini aku ingin mengungkapkannya, namun tak pernah terwujud."

Isak tangisku semakin menjadi, tak ada tanggapan dari dia. Sunyi ..... Aku segera memutuskan sambungan teleponnya. Sudah, cukup dia tak pernah menanggapiku. Entah apa tujuannya dia meneleponku, mungkin hanya untuk mendengarkan semua perasaanku secara langsung. Tapi, kenapa dia tak juga memberiku keputusan, setidaknya dia berbicara agar aku bisa melepaskan semua beban yang ada.

Terimakasih atas semuanya....

Sabtu, 01 November 2014

Missing You

Only thing I can entitle "Missing You"
Forever forever
It can not be more than that
Just only caring
Some relationship has the ceiling limit
That has been built for long time
It's the begining and it's the end
At the same time
In the long relationship
Our path may repeat, restart, or even stand still
And seeking for the way out
But have seen only the way that we get in
Keep this relationship in the dream
In my mind in my mind
It's only two of us
That can understand this feeling
That can understand
The good feeling that has come to the end of the road and find the way out
There's only the way that we have got in
I can hold your hand only in my dream
We can be together only in my imagination
Such a sorrow that don't know who have assigned this
But I keep on telling myself its lucky to meet you
But this lucky has ended for so long
Only the memory and the hopeless truth is here
There's no way for me to walk ahead
There's only the desperate hope of this waiting soul
All I have is missing you
Forever and forever

Selasa, 01 Juli 2014

Surat Untuk Sahabat

Begitu cepat waktu berlalu.... Hari demi hari terus berganti.... Dulu kita selalu bertemu setiap hari... Kita adalah teman sekelas dari waktu kita masih bocah... Pulang sekolah selalu bersama, sama - sama naik angkot dan kita berpisah di terminal. Pulang les bareng-bareng. 
Aku inget suatu ketika waktu kita pulang les, hujan begitu deras turun dari langit... Kita tidak membawa payung, nekat menerobos ujan yang sangat deras... Dan mampir ke sebuah wartel. Kamu menelepon kakakmu untuk menjemput kita. Aku nebeng kamu ....

Dulu kamu takut sama Balon, apakah sekarang kamu masih takut?

Menginjak usia ABG kita juga masih menjadi teman satu sekolah. Meskipun dinding tebal menghadang kelas kita... Aku di kelas kanan kamu di kelas kiri....  Setiap istirahat kita selalu menyapa, menghampiri, bergosip, dan selalu ketawa bersama. Pulang sekolah depan pintu selalu menjadi saksi kita untuk saling menunggu. Untuk pulang bersama.... Yah,, walaupun jarak sekolah dan rumahmu sangat dekat, kita selalu bersama... Kamu temanku berjalan... 

Sampai akhirnya kita harus berpisah sekolah waktu remaja, kamu di sekolah sana aku di sini...
Kita sudah mulai jarang bertemu, tapi masih tetep kontak. 
Kadang kita ketemuan, sekedar makan, atau ke tempat temen kita Angga, atau Rina.. Main bersama.....

Setelah sekolah selesai kamu kembali kesini... Kerja di sebuah toko, beberapa kali aku menghampirimu, sekedar melepas rindu....

Waktu aku tahu kabar buruk menghampirimu, aku pergi ke rumahmu, melayat ayah mu yang sudah di panggil Allah.... Waktu itu, aku menangis terisak. Aku seperti merasakan kesedihanmu. Aku melihatmu, air mataku tak terbendung....

Selang waktu, tiba - tiba kamu datang ke rumahku, Agustus 2013.... Kamu datang memberikan sebuah undangan pernikahanmu. Aku sangat bahagia menerima undangan itu... Aku kaget, tak menyangka kamu akhirnya menikah di saat usia kita sama 22th.... Kita dilahirkan hanya terpaut 2hari... Kamu sudah menikah sedangkan aku belum... Aku janji akan datang menghadiri upacara pernikahanmu...

Hari bahagiamu tiba kawan, kamu menikah dengan pria yang kamu pilih. Tapi maaf aku tak bisa hadir di acara resepsi... Aku harus menyelesaikan tugas yang tak bisa aku tinggalkan. Tapi, sore harinya aku datang memberimu selamat... Dan itu waktu terakhir kita bertemu ......

Kadang kita masih kasih kabar, terakhir aku bertanya soal kehamilanmu yang sudah 7bulan. Dalam hati aku ingin bertemu kamu ketika kamu melahirkan nanti ..... 

Tapi, kemarin 1 Juli 2014.... ada temanku yang memberikan kabar buruk tentangmu. Dia berkata jika kamu sudah tiada.... Kamu pergi meninggalkan kita semua, meninggalkan anak yang baru saja keluar dari rahimmu.... Aku speechless mau ngomong apa, aku tak percaya dengan kabar itu. Setelah aku mencari - cari ternyata benar. Kamu telah pergi ..... Semua begitu cepat berlalu .....

Kamu hebat kawan, 
Tenanglah di surga bersama Bapak dan Ibu mu... 
Tidur yang nyenyak di sana ya...
Jannah menantimu ....
Allah senantiasa melindungi keluargamu ....
Memberimu jalan terang menuju surgaNya....
Doaku untukmu .....

Rest In Peace, Siti Nur Aminah

25 September 1990 - 1 Juli 2014
 



Kamis, 20 Februari 2014

Pandangan Pertama Awal Aku Berjumpa :)

Aku sekarang sedang duduk di sebuah halte depan kampusku. Kali ini aku sedang tidak ingin membawa sepeda untuk pergi ke kampus. Dan berhubung rumah dan kampus ku tidak susah untuk menemukan bus. Aku putuskan untuk naik bus. Aku pikir, naik bus menjadi pilihan yang tepat untuk hari ini. Hari ini aku menginginkan ke-santai-an. Menikmati perjalanan pulang pergi tanpa membuang tenaga. Tinggal duduk manis, bersandar di jendela, sambil mendengarkan musik melalui headset ku.

Akhirnya bus yang aku tunggu datang juga. Aku segera menaikinya, dan mencari tempat yang kosong. Yihaaa,, aku menemukannya. Ada kursi kosong di barisan belakang, dekat pintu belakang. Tapi, kursi itu hanya tersisa satu. Ada penumpang lain yang sedang duduk di sana, menyandarkan kepalanya di jendela. Sedang menikmati perjalanan tampaknya.

Aku duduk di sebelah penumpang itu. Tampaknya dia tak terusik dengan keberadaanku. Aku segera menyamankan diri di kursiku. Ku buka tas dan ku cari headsetku. Setelah ketemu, segera ku pasangkan mereka di telingaku. Ku dengarkan lagu, dengan volume tinggi. Tanpa sadar lirik demi lirik keluar dari mulutku. Aku bergumam sendirian.....

Penumpang sebelah tampaknya terganggu dengan suaraku. Dia menoleh ke arahku... Aku tak memperhatikannya. Lalu dia kembali menyandarkan kepalanya di jendela. Setelah itu, aku melirik ke arahnya. Rambutnya sebahu, tergerai indah. Memakai jaket warna biru dongker, tas punggung itu tampak ia taruh di bawahnya, sepatu converse hitam putih menutupi kakinya. Heemmm, dia laki apa perempuan sihh ??
Batinku dalam hati...

Kelihatannya dia mulai risih denganku, dia melihatku kembali. Dan aku segera memalingkan wajahku. Takut ketahuan kalau aku mempertanyakan gendernya. Hahaaa.... Dia masih melihatku, aku membalas meliriknya. Kaget aku, ternyata dia seorang laki-laki berambut indah dan sedikit wangi. Dia masih menatapku. Mungkin masih terganggu dengan suara keras yang terdengar di telingaku..

Dia menyentuh tanganku, dan rasa takut pun datang padaku. Aku tak berani melihatnya. Dia menyentuhku lagi sambil memanggilku. "Mbak, mbak". Aku melihatnya, aku lepas headset kananku. "Bisa, musiknya di kecilkan sedikit? Ga kasian sama kupingnya ya" Kata-katanya terlihat judes, namun nampak perhatian. "Ohh, iya mas,, maaf ganggu ya." Aku mengecilkan volume di handphone ku. Dia kembali menyandarkan kepalanya di jendela. Mungkin dia lelah.

Bus ini melaju dengan sangat lambat, ada penumpang yang turun, ada pula penumpang yang naik. Rasanya perjalanan menuju rumahku jadi terasa sangat jauh. Sedikit-sedikit aku menoleh ke arah penumpang sebelah. Rasa - rasanya aku pernah melihatnya. Tapi, dimana ya? Entahlaahh....

Akhirnyaa, bus ini sudah berada tak jauh di penghentian bus dekat rumahku. Aku lepas headsetku dan segera ku masukkan ke dalam tas. Aku berdiri, dan bersiap untuk turun dari bus ini. Ada sesuatu barang yang jatuh ketika aku berdiri, tapi bus ini sudah berhenti dan aku segera turun. Tak ada kesempatan untuk melihat apa yang terjatuh tadi.

Sampai juga di kamar ku, aku masih terpikirkan dengan penumpang laki-laki berambut indah dan wangi tadi. Penasaran, rasanya aku dulu pernah bertemu dengannya... Ahh, sudahlahh... aku merebahkan tubuhku. Ku cari handphone ku, dan headsetku. Handphone sih ada, tapi headset ku tak ku temukan di dalam tas ku. Terjatuuhhh.......

Keesokan harinya, aku kemabali memilih untuk naik bus lagi. Ketagihan juga lama-lama. Menunggu memang sesuatu yang menyebalkan (kata orang-orang) tapi emang bener sih. Apalagi kalo di kejar waktu. Hah, bikin ngga enak ati. Setelah lima belas menit menanti, akhirnya bus yang aku tunggu datang juga. Aku segera menaikinya, masih tersisa empat puluh lima menit untuk sampai di kampus dan mengikuti perkuliahan. Kuliah hari ini dimulai pukul sepuluh.

Kembali aku mencari tempat duduk, dapat, di belakang, dekat pintu belakang. Sama seperti kemarin, ada penumpang berambut sebahu, indah dan wangi. Penumpang kemarin. Masih denga style yang sama, bersandar di jendela. tapi, kali ini aku yakin dia tidak merasakan kelelahan. Aku segera mengambil tempat duduk di sebelahnya. Dia melihatku, dan tersenyum kepadaku. Setelah aku menyamankan diri dengan kursiku, kali ini aku memutuskan untuk tidak mendengarkan musik. Berhubung headsetku kemarin hilang.

Penumpang itu memandangku, tangannya menggenggam seseuatu, rasanya dia ingin memberikan sesuatu kepadaku. "Ini punyamu kan? Kemarin aku temukan di bawah." Headset berwarna kuningku. "Ohh, mas yang nemuin yah, makasih yah.". "Sama-sama. Aku Fajar. Kamu siapa?" "Ohh, iya.. aku Rina."
Kami mulai terlibat percakapan yang panjang dan lebar.

Bus ini berhenti di halte depan kampus. Aku segera berpamitan dengan Fajar. "Aku turun dulu yah". iya, jawabnya. Ehhh,, tak ku sangka dia mengekor di belakangku. Ternyata kita satu kampus. Bahkan sefakultas. Tadi belum sempat bertanya sampai situ... Makanya, rasanya aku pernah melihat dia...

Kita selalu berjanjian untuk bertemu di satu bus. Duduk di bagian belakang, dekat dengan pintu belakang. Tapi, dia tidak pernah mengalah denganku. Dia selalu memilih untuk duduk di dekat jendela. Padahal itu spot yang paling aku sukai. Bisa bersandar dan melihat keadaan luar. Dia selalu curang... Tak pernah mau bergantian denganku...

                                          ***********************************

Tapi, setelah setahun berselang. Rutinitas itu jarang kami lakukan. Kami sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dia lebih memilih menaiki vespanya daripada naik bus denganku. Kami juga jarang bertemu lagi. Kami jarang berebut tempat dekat jendela bus. Aku merindukannya.... Sempat aku mengiriminya sebuah pesan, mengajaknya untuk naik bus lagi. "Naik bus lagi yuk besok, aku kangen berebut kursi dekat jendela denganmu." Tak ada balasan apapun dari dia.

Selang beberapa hari, aku memilih untuk naik bus sendiri, tanpa dia. Tapi, setelah masuk dari pintu depan bus, aku berjalan ke belakang, mencari kursi belakang dekat pintu belakang. Ku dapati sesosok pria yang style-nya sama persis dengan Fajar, namun kali ini rambutnya berubah. Tampaknya dia habis potong rambut. Aku menyapanya. "Hai..." Dia terlihat sedikit pucat. Dia membalas sapaanku... "Hai juga.. aku mendapatkan kursiku." ledeknya....

"Kemana aja selama sebulan ini? Aku nggak pernah liat kamu di kampus. SMS ku ga pernah kamu tanggepin"
"Aku ada di rumah kok. Jadwal kuliah lagi ga terlalu padat. Jadi ya di rumah terus."
"Bohong ya? Aku sering melihat teman-temanmu sibuk dengan kuliahnya."
Dia tak menjawabnya. Dia memalingkan mukanya ke arah jendela. Dan menyandarkan kepalanya.

Bus ini berhenti di halte depan kampus. Aku dan Dia turun. Dia masih terlihat pucat. Jam tanganku menunjukkan pukul sepuluh kurang sepuluh. Aku mempercepat jalanku. Namun, Fajar tertinggal di belakangku. Aku memanggilnya. Dia tak meresponku. Aku membalikkan badan tapi masih berhenti. Aku menunggunya. Ada seseorang dari arah belakang memanggilku. "Mbak, mbak, temennya jatuh" Aku segera membalikkan badan, dan melihat ke arah fajar yang sudah tergeletak. Aku berlari menuju Dia.

Kereta dorong ini membawanya ke ruang ICU, aku memegang tasnya, sibuk mencari handphonenya untuk menghubungi keluarganya. Ketemu dan segera aku menghubungi mereka. Tak lama kemudian ayah dan ibunya datang melihat keadaan Fajar.

                                         ******************************************
"Aku kangen sama Fajar, pengen banget ketemu dia lagi. Pengen banget naik bus sama-sama dia lagi. Pengen banget duduk di barisan belakang dekat pintu belakang. Pengen banget berebut kursi di dekat jendela, tempat favorit kita berdua. Aku kangen dia yang selalu curang untuk duduk di dekat jendela. Kangen sama rambut sebahunya yang indah dan selalu wangi. Kangen dengan style-nya yang dulu aku ragukan. Aku kangen sama kamu Jar.... Seandainya, dulu aku tak mengajakmu naik bus lagi. Mungkin kamu masih disini, menemaniku, mendampingiku di wisuda ini. Kita foto bareng, pake toga sama-sama. Kita pasti foto di tempat favorit kita, di dalam bus, dekat jendela. Tapi sayang, Tuhan tak mengijinkan semua ini. Tuhan lebih sayang sama kamu, Fajar.... Semoga kamu tenang di sana yaa... Duduk bersanding dengan Tuhan, melihatku dari atas. Nanti, selepas aku pulang, aku bakal datang ke rumahmu. Memberimu bunga wisuda ini, dan mengirimimu doa. Terima kasih Fajar, kamu sangat berarti dalam hidupku. Kamu memberiku sesuatu yang berharga dalam hidupku. Kamulah Fajarku, matahariku...."


Selasa, 18 Februari 2014

Tahun ke tahun, Untukmu ...

Pertama.............
Kamu berdiri, menantiku di depan gerbang sekolah. Sesuai perjanjian yang telah kita sepakati sebelumnya. Aku  melihatmu dari kejauhan, masih di atas sepedaku. Aku menatapmu, lama. terlihat kamu melirik ke arahku. Romantis, sangat romantis. Ketika dua orang yang sudah berjanjian tak berani menghampiri satu sama lain. Cukup lama, dan akhirnya kamu bosan. Pergi bersama temanmu... Aku mundur... dan perkenalan segaligus persembahan di tahun pertama tak terjadi... Menyesallah aku sampai saat ini .... Kenapa ya, setiap kita mencintai orang dengan sangat hebatnya. Kita tak punya keberanian untuk memperjuangkannya, memperjuangkan agar kita dapat bersatu...

Kedua....... Ketiga........
Tepat pergantian hari, aku menantimu. Memberimu sebuah pesan singkat yang berisi semua pengharapan yang aku inginkan. Kamu membalasnya. Meskipun hanya beberapa huruf, namun itu sudah membuatku lega... Kamu menghargaiku... Tahun ke-dua, tahun ke-tiga.... Masih sama, menjadi awal adalah tujuanku. Agar aku menjadi spesial di kehidupanmu... Itulah doaku, yang menjadi draft pesanku. Heheee....


Keempat.........
Foto - foto ini, hasil curian dari semua media sosialmu, sudah aku rangkai menjadi sebuah video khusus untukmu. Dengan campuran beberapa lagu yang mengisyaratkan isi hatiku. Sudah rapih dan siap kirim... Namun sayang, pak pos tak mau mengirimkannya. Dan akhirnya hanya menjadi tumpukan di pojok lemariku...

Kelima...............
Setelah bosan menjadi yang pertama, aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu. Pesan singkat, harapan yang penuh dengan doa aku kirimkan untukmu. Aminkanlah saja semuanya... Siapa tahu kelak kamu menjadi apa yang aku inginkan. (Menjadi milikku) tentunya... Heheee....

Keenam.............
Berbagai macam jenis puisi (norak sih), tulisan, apalah itu sudah tertulis rapi dan tertempel di album ini. Rapih dengan bungkus berwarna kuning, kesukaanku. Bergambar smile, menandakan kamu yang selalu tersenyum, sudah siap antar pula. Kali ini gagal karena pak pos tak mau mengantarkannya lagi. Sebenarnya aku sendiri juga bisa mengantarkannya... Namun, semua kembali di awal... Ketika kita berhadapan dengan apa yang benar-benar kita cintai, kita bakalan mlempem di tengah jalan. Meskipun rencana awal sudah tersusun dengan baik. Yaaaahhh,, payah pokoknya lah....

Ketujuh..........
Ketika kerajaan galau menyerang, antara iya dan tidak, antara kembali atau pergi, antara mempertahankan atau melepaskan.... Kali ini, doa langsung ku tujukan kepada Pemilik Hati Semua Manusia. Doa yang aku panjatkan, pengharapan yang aku inginkan, permohonan yang semoga di kabulkan. Aku, menjadi seseorang istimewa dalam dirimu...

Ke delapan .....
Tulisan ini menjadi perwakilanku. Ketika semua prasarana sudah hilang, media sosial (sebenarnya masih walaupun tidak terjalin), nomor telepon yang seharunya aku simpan, sudah aku hapus dan aku tak mengingatnya.
"SELAMAT ULANG TAHUN, KAMU"
"Senantiasalah kamu menjadi orang yang berguna, menjadi orang yang sempurna, menjadi orang yang spesial di hatiku. Semoga Allah selalu melindungimu di setiap jalanmu, melimpahkan segala anugerah-Nya untukmu. Mampu menjadikanmu orang yang berhasil dalam segala urusanmu. Maafkan aku yang menjadi seorang pengecut. Aku tak pernah kuat ketika berhadapan denganmu. "Selamat Ulang Tahun" Tetaplah menjadi seseorang yang bahagia, selalu berseri, selalu menampilkan senyum ramahmu, selalu menjadi teman yang mau mendengarkan. Semoga Allah mengabulkan semua harapanmu. Aaaamiiiiinnn...... Sekali lagi "Selamat Ulang Tahun". Seperempat abad usiamu. Semoga pertambahan ini menjadi awal kehidupan barumu. Menjadikanmu seseorang yang lebih baik. "


Maafkan aku, seharusnya aku melakukan ritual seperti biasanya.... Maafkan aku pula yang selalu mengusik keidupanmu. Lihatlah aku di sini, menantimu.... pulanglah kepadaku....



Every now and then We find a special friend  
Who never lets us down Who understands it all 
Reaches out each time you fall You're the best friend that I've found
I know you can't stay A part of you will never ever go away 
Your heart will stay
I'll make a wish for you And hope it will come true  
That life would just be kind To such a gentle mind 
If you lose your way Think back on yesterday  
Remember me this way Remember me this way
I don't need eyes to see The love you bring to me 
No matter where I go And I know that you'll be there  
Forever more a part of me, you're everywhere I'll always care
And I'll be right behind your shoulder watching you  
I'll be standing by your side and all you do 
And I won't ever leave As long as you believe  
You just believe
I'll make a wish for you And hope it will come true  
That life would just be kind To such a gentle mind 
 If you lose your way Think back on yesterday  
Remember me this way Remember me this way

Jumat, 24 Januari 2014

Terlambat....

Selama ini aku tak pernah tau apa perasaan ini masih sama seperti dulu. Semua mengambang.. Tak ada jawaban dan harapan pun semakin lama semakin pudar. Aku sudah lelah.... Dan aku harus segera bangkit dari keterpurukan ini. Mungkin inilah jawabnya. Dia datang..  Memberikan kebahagian kepadaku.. Inilah takdirku.. Seminggu lagi aku akan menjadi wanita yang sah untuknya.. Inilah jawaban dari segala doa yang aku panjatkan...

Undangan sudah menuju ke alamat masing-masing, termasuk undangan untuknya. Dan aku yakin dia sudah menerimanya.. Semoga dia menghadiri acara pernikahan kami nanti.. Bukan untuk apa.. Aku hanya ingin berbagi kebahagian dengannya.. Semoga dia datang bersama kekasih hatinya...

Dan waktupun tiba. Inilah hari yang aku tunggu dengan kekasih hatiku. Tepat pukul sepuluh tadi dia resmi menjadi imam ku. Mejadi bapak bagi anak-anak ku nanti.

Saat ini aku sedang berdiri tegak di sampingnya. Menyalami beratus-ratus tamu yang kami undang.. Semua terlihat ikut merasakan kebahagiaan kami.. Semua memberi ucapan selamat dan doa untuk kami. Aku hanya mengamini.

Terlihat sesosok pria yang ikut mengantri di barisan tamu yang ingin bersalaman dengan kami. Hati ini begitu bergetar. Detak jantung mulai berdenyut kencang. Tangan ini terasa mati. Tak ingin bergerak. Mulut ini susah untuk membentuk sebuah senyuman.

Dia berdiri tepat di depan mempelai pria. Memberi salam, ucapan, dan doa. Sekarang dia berdiri di depanku. Memberiku doa agar pernikahanku di ridhoi oleh Allah. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih padanya. Kemudian dia berlalu. Meninggalkan panggung pelaminan.

"Dia sangat mencintaimu". Bisik temannya yang mengekor di belakangnya.

Saat itu pula, sudut mataku terasa panas. Ingin rasanya aku meneteskan air mata ini. Aku tak sanggup menahan sesak di dalam dada ini. Aku ingin berlari mengejarnya. Ingin memeluknya. Tapi aku tak bisa..

Aku melihatnya melawati semua hidangan yang tersaji. Dia tak melirik sedikitpun. Yang ku lihat dia langsung menuju arah pintu keluar. Dan dia berhasil melawatinya. Dia tak tampak lagi. Dia menghilang.

Ketika semua sudah selesai, seseorang datang menghampiriku. Teman baiknya yang berkata kepadaku tadi. Memberiku sepotong amplop putih yang bertuliskan "dear sang pengantin". Aku melihat suamiku yang sedang berbicara dengan kerabatnya. Aku menyembunyikannya.

Aku menjauh.. Menuju tempat yang sekiranya aman untuk mengetahui isi amplop putih itu. Aku tak kuasa menahan gemetarnya tangan ini. Susah payah aku membuka agar tak merobeknya. Dan ku baca....
"Selamat atas pernikahanmu dengannya. Semoga kamu bisa menjalani kehidupan barumu dengan baik. Semoga dia menjadi suami yang bisa membahagiakan kamu dan anak-anak mu nanti. Aku akan selalu mendoakanmu dari sini.. Dari tempatku.. Yang pasti kamu tak akan pernah tau dimana aku akan tinggal. Aku akan berusaha melupakanmu. Maaf kekasihku. Aku tak sanggup memperjuangkan cintaku untukmu. Aku takut, aku tak bisa menjadi yang terbaik untukmu. Aku juga mencintaimu dari awal kau mencintaiku. Sungguh .... Maafkan keterlambatanku ini.
Sekali lagi, selamat atas pernikahnmu."

Air mata yang sejak tadi aku tahan, kini perlahan keluar dengan derasnya. Aku tak sanggup lagi menahan ini. Seandainya aku tahu kau juga mencintaiku.. Semua sudah terlambat... Semua sudah terjadi... Inilah takdir Tuhan yang harus terjadi...

"Maafkan aku juga karena meninggalkanmu sendirian. Maafkan aku yang tak tau tentang kamu. Mungkin kamu yang terbaik untukku. Tapi aku bukanlah yang baik untukmu.
Semoga kamu hidup bahagia dengan pasanganmu kelak. Aku ingin melihat senyum manismu menghiasi hari-hari tuamu bersama kekasihmu. Terima kasih kekasihku..."

Surat itu aku titipkan kepada rekannya.. Tanpa sepengetahuan suamiku...

Aku siap memulai hidup baruku dengan suamiku. Melupakan semua masa laluku.. Yang sekarang aku sudah tahu jawabnya...

Kamis, 02 Januari 2014

Doaku Untukmu

Happy New Year 2014
Selamat Tahun Baru teman - teman semua...
Apapun wish kalian semua terwujud di tahun ini yaaa,,, tapi jangan lupa buat berusaha....
Kalau ada New Year berarti juga ada New Day juga kan?!
Kata orang "Jangan melupakan hal yang kecil"
heheeee

Okeee....
This is the 2nd days of January 2014.

Cuaca sore ini mengingatkanku dengan tempat yang berudara sejuk di sebelah timur kotaku. Dan.... Entah kenapa aku jadi ingin pergi kesana setelah sekian lama aku tak pernah melewati tempat ini. Yang dulu selalu menjadi rute kepergianku setiap aku pulang pagi, jaman SMA dulu...

Udara dingin yang ku rasa ketika memasuki wilayahmu... Aku teringat kembali kenangan itu... Ketika aku selalu pergi bertiga bersama temanku... Entah untuk apa tujuannya.. Menghampiri kotamu... Aku tak tau apa yang aku cari di sana. Cuma satu ... "Ketemu nggak ya?" Hanya itu yang selalu muncul ketika aku mengunjungi kotamu.

Masih seperti dulu... Pertanyaan itu yang muncul. Dan ku harap ada jawaban yang membuatku merasakan getaran aneh di dalam dada ini. Getaran yang bisa membuatku tersenyum sendiri, layaknya orang-orang yang kehilangan akal. Kenapa aku bisa sampai hati seperti ini. Ada magnet aneh yang membuatku seperti ini. Dan gelombang itu cukup membuatku kuwalahan.

Mungkin sudah satu tahun aku tidak pernah bertemu dengannya... Yaahhh, bertemu fisik sih tidak pernah... Tapi, setiap waktu jika aku mengingatmu, aku selalu mengintip sosial media yang kamu punya. Entah itu di kala aku akan memejamkan mata. Ataupun di kala aku baru saja membuka mata. Itu menunjukkan bahwa kamu masih menjadi awal dan akhir dalam hari-hariku.

Pernah suatu ketika, jaman maraknya BBM for android... Ada salah catu temanku yang mengirim foto yang mempublish pinnya... Dan tak ku sangka tak ku duga, Kekasihku berteman dengannya. Apa yang aku rasa? KACAU!!! aku benar-benar kacau waktu itu. Entah apa yang aku harus lakukan. Sebisa mungkin aku menahan, tapi aku tak sanggup. Semua aku tumpahkan melalui akun sosial mediaku. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Apa yang aku takutkan, terjadi.
Untungnya, itu semua tak berlanjut. Kekasihku pergi menghilang setelah tahu dia temanku.

Sebenarnya aku sudah lelah dengan semua ini. Tapi, entah kenapa aku masih tak bisa terlepas dari magnetmu. Ada sesuatu yang menginginkan aku untuk tetap di sini, menantimu.... Aku benar- benar sudah lelah... Salah siapa kamu tak pernah menganggapku ada.

Seandainya kamu tahu, aku disini masih setia menanti dengan sisa - sisa tenagaku. Mengharapkanmu suatu saat nanti akan membuka mata dan hatimu untukku. Walaupun hanya kecil kemungkinannya. Apa yang membuatmu ragu terhadapku. Masih kurangkah waktu penantianku selama ini?

Sejak dulu, harusnya tak ku perhatikanmu berlebihan. Apa sih menariknya kamu. Kamu hanya seorang lelaki yang berfisik tak setinggi teman-temanmu. Tak setampan teman-temanmu. Tak sepintar teman-temanmu. Tak sekaya teman-temanmu. Hanya satu yang membuatku tak mampu berpaling darimu. HANYA SATU, senyummu yang selalu membayangi setiap langkahku. HANYA ITU!!! Hanya itu yang bisa kamu banggakan kepadaku. Tetapi, walaupun hanya itu aku lemah di hadapanmu. Aku kalah di hadapanmu. Aku selalu merintih menahan tangis yang selalu ingin melompat dari ujung mataku ketika mengingatmu. Aku tak pernah menang melawan perasaanku sendiri jika harus berhubungan denganmu.

Aku selalu berdoa, suatu saat nanti kamu akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Iya, memang aku jahat. Hanya itu yang selalu aku ucapkan di dalam doaku. Tapi, aku tak pernah sampai hati mengucapkannya. Aku tak pernah rela jika kamu merasakan apa yang aku rasakan. Yang aku ingin, kamu selalu bahagia dengan jalan hidupmu. Selalu menghiasi wajahmu dengan senyum indahmu.....

Disini, di dalam hati ini, aku selalu bergetar ketika menyebut namamu di dalam doaku.... Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan, kebahagian, kesuksesan di setiap jalan hidupmu.

Disini, di dalam hati ini, aku selalu menatimu dengan sisa tenaga yang aku punya... Hanya kamu yang aku tunggu selama ini... Aku tak perlu membanggakan orang yang menyanjungku. Hanya kamu yang aku inginkan...

Selamat malam kekasihmu .....

Kamis, 26 Desember 2013

Dwitasari :): Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?

Dwitasari :): Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?: Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa kecilm...

Senin, 09 Desember 2013

Lelaki Sumeh

Hai Haaiiii ......
Kali ini aku pengen ngepost sesuatu yang mungkin menarik buat para wanita...
Beberapa cowok yang mempunyai "SENYUM MANIS NAN MENGGELEGAR"

Stay tune  girls....

1. REZA RAHADIAN
Siapa sih yang ga kenal sama ini cowok ganteng abis...?? Siapa coba?? Pasti semua udah tau kan sama mas REMInya Perahu Kertas, atau pak HABIBIEnya Habibie dan Ainun.... Cowok ini memang punya senyum yang begitu menawan. Para cewek-cewek pasti pada meleleh waktu dia senyum. Aku aja bisa guling-gulingan (apa sih). Hehehee...





 2. BRUNO MARS
Penyanyi hitam manis ini mempunyai senyum yang sangat menawan. Di tambah dengan lesung pipi yang menambah kemanisan senyumnya. Hahaaa...
Pasti udah pada familiar kan sama penyanyi "Just the way you are" ini. Bentar lagi dia mau konser lohh, di Jakarta. Sapa yang mau nonton? Ajakin aku donggss.




 3. ZAIN MALIK
Salah satu personel Boy Band One Direction ini juga menjadi kandidat cowok pemilik senyum manis. Si Brondong ini begitu membuat para cewek-cewek berteriak-teriak melihatnya. Lihat aja tuh senyumnya di gambar samping. Siapa yang ga meleleh?







4. TAKRIT HEMANNOPJIT
Penggemar film Thailand, pasti ga familiar sama cowok satu ini. Senyumnyaa begitu mempesona. Pemeran "Bass" dalam film "First Kiss" ini mempunyai senyum manis beserta sepasang lesung pipi.
Indah banget dah kalo liat senyumnya. Dijamin ga nyesel !












5. FAUZAN NASRUL
Bagi penggemar ftv - ftv pasti udah ga asing lagi sama si Ozan ini. Dia sering banget muncul di ftv - ftv gitu. Dan akhir-akhir ini si Pemilik Senyum manis ini lagi sibut shooting film "Cinta Pertama" Jadi, bagi para cewek-cewek yang pengen liat senyumnya, silakan liat film nya juga yaahhh... Ajakin aku juga boleh kok. (ngarep).






6. LEE MIN HO
Yaappp, artis Korea ini juga mempunyai senyum yang begitu menggetarkan hati para Minos.. Sampai manisnya, aku jadi speechless mau nulis apa tentang senyumnya.. Salam Minos!






7. ROBERT PATTINSON
Mas mas ini juga mempunyai senyum yang indah. Kalau ga percaya liat aja poto di samping. Si mantan nya Kristen Steward ini begitu mempesona hati para kaum hawa. Kenapa Kristen malah selingkuh ya, padahal cowoknya aja kayak gitu. Kurang apa yah si Edward Cullen ini???




8. MARIO MAURER
Pi Shooooonnnnnn.... Yap, di "A Little Things Called Love" dia mencuri hatiku. Senyumnya begitu menawan. Liat tuh foto samping, kalo masih ga percaya liat gih filmnya. Di pastikan kalian bakalan guling-gulingan karena senyumnya. Selamat mencoba!





9. RIZKY NAZAR
Liat deh bro, keren kan?! manis kan?! Cakep kan?!
Hahaaaa, iya !
Pemain pendatang baru ini "mungkin" terkenalnya gegara jadi Wahyu Jr. di "Pesantren dan Rock n Roll" Dia bisa bikin gemes setiap orang gara-gara senyum mengembangnya.






10. Kandidat masing-masing readers.
Bisa pacar, temen, ayah, kakak, adik. TERSERAH READERS daaahhh......
Khusus nomor sepuluh ini BONUS untuk kalian.....
heheeee


Salam Super (kok ikut-ikutan pak Mario)


~veniivenn~

Sabtu, 30 November 2013

Wisata Pura Mangkunegaran

Ini adalah pertama kali aku memasuki kawasan Pura Mangkunegaran. Demi memenuhi absen di salah satu Mata kuliah di jurusanku, yaappss.. Mata Kuliah Pariwisata. Kita, satu kelas, diwajibkan untuk berkunjung ke Pura Mangkunegaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang salah satu keraton yang ada di Solo ini.

Disini, aku ingin menceritakan sedikit tentang bangunan yang ada di Keraton Mangkunegaran.

Pura Mangkunegaran merupakan salah satu Keraton yang ada di Kota Solo. Keraton Mangkunegaran ini berlokasi di Jalan Ronggowarsito. Selain dijadikan tempat wisata, tempat ini juga sering diadakan berbagai macam pagelaran. Banyak wisatawan domestik maupun asing yang sering berkunjung ke Keraton ini.

Secara arsitektur bangunan ini memiliki ciri yang sama dengan keraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh.

Pertama kali masuk ke keraton ini, kami di sambut hangat oleh para tour guide yang ada di dalam keraton. Salah satu tour guide memandu kami untuk berkeliling Keraton, mencari tahu apa saja yang ada di dalam Pura Mangkunega ini. Setelah pintu gerbang utama akan tampak pamedan, yaitu lapangan perlatihan prajurit pasukan Mangkunegaran. Pintu gerbang kedua menuju halaman dalam tempat berdirinya Pendopo Agung. Pendopo ini dianggap sebagai pendopo paling besar di Indonesia. Tiang-tiang kayu berbentuk persegi yang menyangga atap joglo diambil dari pepohonan yang tumbuh di hutan Mangkunegaran di perbukitan Wonogiri Seluruh bangunan ini didirikan tanpa menggunakan paku. Di pendopo ini terdapat empat set gamelan, satu digunakan secara rutin dan tiga lainnya digunakan hanya pada upacara khusus.

Tepat di belakang pendopo terdapat sebuah beranda terbuka, yang bernama Pringgitan, yang mempunyai tangga menuju Dalem Ageng, yang secara tradisional merupakan ruang tidur pengantin kerajaan, namun sekarang berfungsi sebagai museum. Di dalam museum ini menyimpan berbagai macam perhiasan, senjata, pakaian, medali, perlengkapan wayang, uang logam, gambar raja Mangkunegaran, serta bendabenda seni lainnya.

Di bagian tengah Pura Mangkunegaran di belakang Dalem Ageng, terdapat tempat kediaman keluarga Mangkunegaran. Tempat ini, masih memiliki suasana tenang, sekarang digunakan oleh para keluarga keturunan raja.

Menghadap ke taman terbuka, adalah Beranda Dalem, yang bersudut delapan, dimana terdapat tempat lilin dan perabotan Eropa yang indah. Kaca-kaca berbingkai emas terpasang berjejer di dinding. Dari beranda menuju ke dalam tampak ruang makan dengan jendela kaca berwarna gambar yang berisi pemandangan di Jawa, ruang ganti dan rias para putri raja, serta kamar mandi yang indah.

Demikianlah sedikit informasi tentang Keraton Mankunegaran, yang aku dapatkan waktu kunjungan perkuliahan. Semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin berkunjung di Solo yahh...

SELAMAT BERKUNJUNG KE KOTA SOLO TERCINTA ......



  


 


~veniivenn~

Solo Poenya Gawe

Haiii,,,

Kalian semua tahu kota SOLO kan yaa?! Yaaappp,, salah satu kota di Jawa Tengah. Solo bisa di bilang kota yang penuh dengan acara/ event yang sangat menarik untuk di saksikan bagi kalian yang suka liburan sekaligus menambah wawasan.

Di postingan ini, aku ingin memberitahu kalian tentang kalender acara tahun 2014. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke kota Solo tercinta ini, silahkan di rencana dengan baik. Acara apa yang ingin kalian lihat...
Oke,, aku ga akan banyak bicara lagi.
Selamat memilih

1. Ketoprak Festival 2014
Acara ini mempertunjukkan parade pementasan kesenian ketoprak yang masih ada di kota Solo ini. Mulai 14 - 15 Februari 2014, acara ini akan di gelar di gedung kesenian, Taman Balaikambang, Solo.  Berbeda tahun lalu, festival ketoprak ini hanya di adakan selama dua hari saja.

2. Gunungan Charity Boat Race 2014
Tanggal 24 Februari 2014 nanti akan diadakan lomba perahu di Sungai Bengawan Solo. Acara ini di selenggarakan untuk mempromosikan lingkungan hidup, akan kita lebih peduli terhadap alam yang ada di sekeliling kita. Selain itu, acara ini diselenggaran juga untuk penggalian potensi wisata air di Sungai Bengawan Solo ini.

3. Bengawan Solo Travel Mart 2014
Bengawan Solo Travel Mart ini merupakan ajang promosi wisata kota Solo. Acara ini akan di selenggarakan pada tanggal 26-27 April 2014 di beberapa hotel di Solo. Acara ini bertujuan untuk menarik sebanyak mungkin penjual dan pembeli untuk memberikan kesempatan meningkatkan bisnis mereka.

4. Mangkunegaran Performing Art 2014
Pada tanggal 9 - 10 Mei 2014 nanti akan di selenggaran "Mangkunegaran Performing Art 2014" di Pura Mangkunegaran. Kegiatan ini akan mempersembahkan berbagai macam kesenian tari dan jenis seni lainnya dari Trah Mangkunegaran.

5. Solo Batik Carnival 2014
Kegiatan rutin kota Solo yang di mulai sejak tahun 2008 ini, akan di selenggaran kembali pada tanggal 28 Juni 2014 nanti. Kegiatan ini akan berlangsung di Jalan Slamet Riyadi. Meskipun acara ini diadakan setiap tahun, namun tema dari acara ini selalu berbeda-beda. Namun, Batik tetap menjadi fokus utama dari event ini.

6. Solo Batik Fashion 2014
Event fashion ini akan di selenggarakan di Balaikota Surakarta, pada tanggal 11-13 Juli 2014. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Solo bekerja sama dengan para designer , industri batik, maupun UKM untuk mempresentasikan kekreatifan karya-karya mereka.

7. Pentas Wayang Orang Galungan 2014
Pagelaran pentas yang menggabungkan seniman dan seniwati dari berbagai kelompok wayang yang masih lestari. Pagelaran ini akan di selenggaran pada 17- 20 Juli 2014 di Taman Sriwedari Solo.

8. Solo Keroncong Festival 2014
Keroncong tidak hanya dinikmati oleh kalangan tua saja, dengan diadakannya Solo Keroncong Festival ini, kaum muda juga dapat menikmati musik ini. Acara ini akan di selenggarakan di Ngarsopuro pada tanggal 12-13 September 2014.

9. Solo City Jazz 2014
Hanya selang satu minggu dari Solo Keroncong Festival, di Ngarsopuro ini juga akan diselenggarakan acara Solo City Jazz tepat pada tanggal 19-20 September 2014. Konsep dasar yang ditawarkan acara ini adalah musik jazz. Musik jazz sangat cocok untuk menggambarkan ke-eksotisan budaya kota Solo tercinta ini.

10. Solo International Performing Arts 2014 (SIPA)
Sudah tidak diragukan lagi, acara ini mampu menarik perhatian banyak orang. SIPA merupakan salah satu acara internasional yang diselenggaran di kota Solo pada setiap tahunnya. Maha karya seni ini mampu menarik seniman dari berbagai negara. Pada tahun ini SIPA akan diselenggaran pada tanggal 26 -28 September 2014 di Ngarsopuro Solo.

11. Pekan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2014
Diberbagai pusat keramaian di kota Solo, pada tanggal 2 - 5 Oktober 2014 akan diselenggarakan Pekan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Acara ini diadakan bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, produk dan jasa pariwisata, sebagai wahana apresiasi terhadap produk - produk daerah di Kota Solo.

12. Solo Culinary Festival 2014
Bagi para pecinta kuliner khas Solo silakan menghadiri acara ini yang akan diselenggaran di GALABO pada 12-14 Oktober 2014. Festival ini akan menyajikan berbagai macam makanan tradisional yang bercita rasa khas kota Solo.

13. Kirab Malam 1 Suro 2014
Acara ini diselenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran pada malam hari menjelang 1 suro. Acara ini bertujuan untuk merayakan tahun baru jawa 1 suro. Pada tahun ini, acara ini akan di selenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2014.

14. Bengawan Solo Gethek Festival 2014
10 November 2014, di Sungai Bengawan Solo akan diadakan "Bengawan Solo Gethek Festival". Acara ini merupakan festival naik gethek yang dihiasi beraneka tampilan seni menyusuri sungai Bengawan Solo.

Demikian beberapa event yang akan diselenggarakan di kota Solo pada tahun 2014 ini. Bagi traveller yang ingi berkunjung di kota Solo, silakan menyesuaikan waktu dengan acar-acara yang ingin kalian saksikan nanti.

SELAMAT BERKUNJUNG DI KOTA SOLO.......


~veniivenn~





Pertunjukan kesenian yang menampilkan berbagai jenis tari dan seni lainnya karya Trah Mangkunegaran. - See more at: http://www.eventsolo.com/Events/Mangkunegaran-Performing-Art-2013.html#sthash.Ryn0SZW5.dpuf


Pertunjukan kesenian yang menampilkan berbagai jenis tari dan seni lainnya karya Trah Mangkunegaran. - See more at: http://www.eventsolo.com/Events/Mangkunegaran-Performing-Art-2013.html#sthash.Ryn0SZW5.dpuf

Jumat, 29 November 2013

Cerpen: Jangan paksakan cinta

Semua orang tahu, jika cinta itu dari mata turun ke hati. Ada juga yang bilang, cinta itu tumbuh karena terbiasa. Selain itu, cinta bisa datang saat pertama kali kita bertemu dengan orang baru. Terserah kalian mau pilih yang mana. Yang jelas cinta itu tak bisa dipaksa.

Aku Rani, Mahasiswi fakultas ekonomi tingkat akhir di sebuah universitas swasta di kota yang besar ini. Aku anak rantau. Tak punya siapa-siapa di sini, selain sahabatku, Dian yang juga berkuliah di universitas sama denganku. Hanya teman kuliah dan teman kos yang menemaniku sendiri di sini. Sehari - hari aku pulang pergi ke kampus naik bus kota. Tarif bus yang menjulang tinggi membuatku sulit untuk mencukupi kehidupan seorang anak rantau. Dan akhirnya aku berinisiatif untuk kuliah sambil bekerja. Yahh, sekedar mengajar les privat untuk anak-anak di sekeliling kampus atau di sekitar kosan ku. Cukuplah untuk menambal uang jajanku yang sedikit seret akibat semuanya mahal. Orang tua ku memang memberiku uang pas untuk kebutuhanku selama sebulan. Alasannya sih klise, biar aku hemat, biar aku tahu susahnya cari uang. Orang tua ku hanya seorang pekerja bank swasta di kotaku. Mereka harus menghidupiku dan kedua adikku yang sekarang duduk di bangku SMA dan SMP.

Aku memutuskan untuk merantau agar aku tahu kehidupan luar. Agar aku tahu bagaimana rasanya hidup sendiri tanpa ada orang tua yang selalu ada bersamaku setiap pagi. Ohhh.. ternyata rasaaanyaaa.... susah dan sedih ditanggung sendiri. Selain itu, ada alasan terselubung yang mendorongku untuk pergi dari kota kecilku itu. Yaapp, ARGA. Siapa Arga? Dia seseorang yang "kuagung-agungkan" selama beberapa tahun ini. Sejak aku berada di bangku kelas sepuluh. Hanya seorang "Fans Berat" yang menginginkan sang idola datang ke kehidupannya. Seperti seorang cinderella yang mengharapkan sang pangeran datang menjemputnya. Ahhh, sudahlah.... Cinderella hanya ada di sebuah fairy tale yang tak pernah ada di kehidupan ini.

Sudah hampir empat tahun aku di tinggal di sini. Kuliahku juga hampir selesai. Tinggal sidang skripsi, wisuda, dan aku resmi menjadi seorang sarjana ekonomi. Kehidupan perkuliahanku memang lancar, tapi berbanding terbaling dengan kehidupan percintaanku. Tak ada seorangpun di kampus ku yang begitu menarik perhatianku. Entahlah... Rasanya semua tertutup oleh awan mendung yang tak kunjung sirna. Matahari belum mau menyinari orang-orang itu. Kelabu. Ada sih, satu dua orang yang ingin menarik perhatianku. Tapi, entah kenapa aku belum sanggup untuk berdiri sejajar di samping mereka. Mungkin aku terlalu dibayangi oleh Arga. Yang sekarang aku tak tau keberadaannya dimana.

Pernah aku bertemu dengan seseorang, dia cukup menarik perhatianku. Namanya Bagas, mahasiswa fakultas pertanian. Pertama kali bertemu, ada sedikit rasa aneh yang muncul di hatiku. Grogi. Mungkin ini awal rasa sayang ku untuknya. Beberapa kali kita bertemu, perasaan itu masih sama. Aku senang bertemu dengannya. Aku merasa ingin selalu bersamanya. Aku merasakan kangen saat kita tak bertemu.
"Aku kangen sama Bagas". Kataku kepada Dian, teman sekamarku yang juga teman.
"Kangenan mana sama Arga?"
"Hah?"
"Iya, sama Arga. Kamu ga bakal lupa kan sama si Arga?"
"Sebenarnya aku udah lupa, tapi kamu malah sebut namanya lagi."
"Hahahaaa, bohong ya?! Kamu kira aku nggak tahu isi hatimu. Kamu kan masih sering ngegalauin sang artis mu."
"Emang keliatan yah?"
"Banget! Matamu yang selalu berbinar ketika menceritakan Arga itu tak muncul ketika kamu bercerita tentang Bagas. Udah deh, kalo bener-bener ga cinta, ya jangan dipaksain."
"Tapi kan, aku juga pengen jatuh cinta sama orang lain. Kayak kamu yang gampang banget lupain Sofyan."
"Ah, udah deh ga usah bawa-bawa dia. Itu kan beda cerita. Aku kan cintanya kesampaian, terus putusnya juga karena dia selingkuh. Jadi ya gampang aja buat nendang dia dari hati aku."
"Sialan. Jadi, karena cinta ku ga kesampaian aku harus kayak gini. Ga bisa move on dari kasur. Eh, dari Arga."
"Bisa jadi begitu sih. Coba deh, kamu rasain yang bener-bener. Apa waktu ketemu Bagas, perasaanmu sebesar waktu ketemu Arga?"
"Enggak"
"Nah, itu tahu."
"Iya juga sih, semakin aku dan Bagas sering ketemu. Rasanya malah semakin biasa aja. Ga ada rasa aneh lagi. Hambar. Kaya sayur yang ga pake sayur."
"Maksud mu ???"
"Hahaaa,, ya maksudku gitu deeehhhh."
"Makanya kalo cinta ya cinta aja, jangan keburu dateline. Jangan maksain hatimu jika kamu memang ga manteb sama dia."
"Tapi, aku suka sama Bagas."
"Suka bukan berarti cinta kan?"

Aku semakin bingung. Aku ingin memulai kisah percintaanku dengan orang lain. Tapi, kenapa bayang Arga selalu mengikutiku. Setiap kali aku ingin melupakannya, ada saja hal yang mengingatkanku dengannya. Sampai-sampai aku berfikir, apa aku memang tak boleh melupakannya. Apa memang Tuhan belum mengijinkanku untuk melupakannya. Untuk menggantikan dia. Entahlaaahhhh....

                                             ......................................................................

Akhinya aku lulus. Rina Kuwumawati, SE. Dengan menyandang predikat SE, aku siap mnempuh hidup baru di dunia yang sebenarnya. Aku memutuskan untuk tetap tinggal di kota ini, mencari pekerjaan di kota ini. Dian, sama denganku. Dia juga memutuskan untuk tetap hidup bersamaku. Eh.... maksudnya, tetap tinggal di kota ini. Mencari pekerjaan di kota ini juga.

Aku mengirim semua surat lamaranku ke perusahaan - perusahaan yang membutuhkan seorang akuntan. Tak begitu susah bagitu, untuk dapat masuk di sebuah perusahaan terkenal di bidang advertising. Dengan modal IPK yang lumayan di atas standar, aku bisa masuk ke perusahaan itu.
Dian, juga tak mau kalah denganku. Dia diterima bekerja sebagai wartawan di sebuah perusahaan majalah yang tekenal. Meskipun kita berbeda kantor, kita masih berada di tempat kos yang sama. Cuma bedanya, kita harus terpisah kamar. Ibu kos bilang, yang sudah bekerja dilarang sekamar. Ya sudahlaah, mau gimana lagi.

Hari pertamaku bekerja, tak seburuk yang aku bayangkan. Merancang dan mengontrol arus keuangan di perusahaanku. Aku bertemu dengan orang-orang hebat dalam tim kerjaku. Mereka jauh lebih berpengalaman dalam urusan keuangan perusahaan. Beruntungnya aku, mendapat teman-teman yang mau membimbingkan seorang newbie ini.

Beberapa hari bekerja di kantor ini, aku merasakan ada seseorang yang tak asing bagiku. Rasanya aku sering sekali bertemu dengan orang itu. Tapi, kapan, dimana. Aku lupa. Dia pernah tersenyum kepadaku, ketika kita sedang berada di lift. Tapi, aku tak mengenal dia. Kita sama-sama berhenti di lantai tiga. Kita satu kantor. Tapi, kita beda divisi. Dia masuk ke ruang divisi kreatif. Suatu hari, aku dan dia berada di lift yang sama lagi. Aku melihat ke arah name tag nya. Sial, name tag itu terbalik. Aku gagal mengetahui siapa dia. Seharian aku mencoba mengingatnya. Aku penasaran. Senyum itu tak asing bagiku. Aku tak bisa tidur. Aku mengingat dia terus.

Keesokan harinya, aku bergegas ke kantor. Berhubung aku bangun kesiangan, karena semalaman aku tidak bisa tidur. Ku putuskan hari ini untuk naik ojek. Hah, mahaallllll... Tak apalah, daripada harus bayar denda karena telat. Sesampainya di kamtor, aku sesegera menyodorkan jempol ku ke finger print di depan pintu masuk kantor. Jam tanganku menunjukkan tepat pada pukul 08.00. Hampir saja gajiku kepotong untuk bayar denda.
"Hampir telat yah?" katanya.
Aku memalingkan arahku ke seseorang yang mengeluarkan suara itu. Senyum itu.
"Ehhh,, i....iyaaa.... Kamu juga yah?" Sambil mengamati daerah dadanya, yang mungkin tertempel name tag dengan benar. Siaaalllnyaaa, name tag itu belum terpasang disana.
"Iya nih... hampir aja telat gegara ban kempes tadi. Untung saja bawa ban cadangan."
"Ohh,, syukur deh. Yuk, ke atas."

Mereka naik ke atas dengan menggunakan lift, seperti biasa. Di dalam lift, tak ada satu ucapanpun keluar dari mereka berdua. Sama-sama diam. Sampai di lantai tiga, mereka berpisah. Dia ke ruangannya, dan aku ke ruanganku.
"Sampai ketemu nanti." katanya.

Pekerjaanku teranggurkan olehku. Hari ini konsentrasiku buyar. Aku tak bisa fokus dengan pekerjaanku. Padahal laporan akhir bulan harus terkumpul besok. Entahlahh. Aku hanya memikirkan dia terus. Yang sampai sekarang, aku belum mengetahui siapa dia.

Jam makan siang aku pergi ke kantin. Sendirian. Sesampainya di depan lift, ada seseorang di sebelahku. Aku melihat ke arah name tag yang terpasang di saku kiri kemajanya. Argata Kusuma. Aku tak berani menolehkan pandanganku ke mukanya.
"Hai." sapanya. "Mau makan siang? Barengan yuk.?!"
Aku masih saja menatap ke arah depan, menunggu pintu lift terbuka. Hatiku berdebar tak karuan. Aku tak sanggup menjawab sapa dan tanya itu. Pintu lift tak kunjung terbuka. Rasanya lama sekali.
"Hallo, do you hear me?" katanya lagi.
"Ehhh,, kamu. Iyaa.. kenapa?" aku pura-pura tak mendengar perkataannya.
"Mau ke kantin?"
"I...iyaaa..."
"Barengan yuk."

Sesampainya di kantin, aku hanya memesan sebotol air mineral. Tadinya aku begitu merasakan kelaparan. Tapi, gegara makan bareng Arga, rasa laparku hilang. Saat ini aku duduk di depan artisku. Menatap artisku yang sedang menyantap dengan lahap makan siangnya. Aku tak pernah bisa menyangka, aku bakal makan bareng sama dia. Aku tak tahu, jika kantor dia di sini. Aku tak pernah berharap bisa bertemu dia di tempat ini. Karena selama ini, aku tak pernah tau dimana dia berada. Inikah alasan Tuhan untuk menyuruhku tak melupakan Arga. Karena saat ini, perasaan itu masih sama seperti dulu. Seperti pertama kali aku bertemu dengannya.
"Kenapa waktu pertama kali aku menyapamu, kamu ga balas sapaku?"
"Hahh,,"
"Iya, dulu waktu kita bertemu di lift. Aku tersenyum sama kamu. Tapi, kamu malah diam saja. Kayak ga kenal gitu sama aku. Kamu lupa ya sama aku?"
"Dikit sih."
"Yaahh, berarti aku udah ga special lagi dong buat kamu. Aku kehilangan satu fans beratku dong."
"Hahaa, apa sih. Ya maklum lah, kita kan ga pernah ketemu lagi setelah kita lulus SMA."
"Berarti setelah lulus, semuanya juga lulus? Termasuk perasaanmu sama aku?"

Perasaanku ga pernah lulus dari kamu Ga. Soalmu terlalu mengunci aku. Sehingga aku tak bisa berbuat apa-apa.

"Jam makan siang dah hampir habis nih. Let's back to our room." Kataku.

Tak terjadi percakapan apapun di dalam lift. Senyi, senyap, sepi. Pintu lift akhirnya terbuka. Kita berpisah menuju ruang masing-masing.
"Nanti pulang bareng ya. Aku tunggu di depan pintu bawah. See you."
Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung menuju ruangnya.
                                   ....................................................................................
Jarum jam di tanganku menujukkan angka empat. Aku bergegas membereskan tumpukan pekerjaan di mejaku. Sambil membawa beberapa dokumen, aku bergegas ke arah lift. Aku tak sabar ingin segera bertemu dengan Arga. Hatiku mulai berlarian. Detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya.
Sesampainya di lantai bawah, aku melihat dia berdiri di sebelah mesin absen. Aku mempercepat langkah kakiku. Sebelum aku menghampiri dia aku menyodorkan jempolku lagi ke mesin absen itu.
"Hai." Sapaku. "Udah lama?"
"Enggak kok. Baru aja. Udah absen?"
"Udah dong."
"Yuk pulang, aku anter ke kosanmu yah."
Aku hanya bisa tersenyum dan mengiyakan ajakannya itu.

                             .................................................................................................

Sejak pertemuan itu, hubungan kita jauh lebih dekat. Kita sering pergi bersama di saat weekend datang. Entah itu hanya sekedar makan bareng. Ataupun hanya sekedar jalan-jalan. Setiap pulang kantor dia selalu mengantarku. Tapi, untuk urusan berangkat kantor, aku masih setia sam bus yang selalu ku tumpangi.


Mungkin ini cara Tuhan untuk tak memaksakan cinta. Aku di suruh-Nya untuk bersabar. Biarlah cinta mengalir ke arus yang sebenarnya. Cinta tahu kemana dia harus berlabuh. Seperti air yang selalu mengalir ke laut. Meskipun sungai panjang menjulang. Air itu harus melaluinya. Agar sampai tujuan. Cinta tahu dimana ujungnya. Dan ujung Cinta Rani adalah Arga. Pangeran itu benar-benar berwujud. Sang artis kini menjadi kekasih sang "fans berat".



~veniivenn~


Thanks,
You are still my favorite artist.
You are the main character all of my stories.


Kamis, 21 November 2013

Dia.. Si Pemilik Senyum Manis

"Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti. Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya, hanya aku tempat mu kembali. Sebagai cintamu."

Tanggal ini, tepat delapan tahun yang lalu, awal pertemuanku dengannya. Waktu itu, aku masih ingat betul, hari senin 6 November di depan laboraturium komputer yang berada persis di samping kelasny. Aku melihat dia tersenyum manis. Bersendau gurau bersama teman-temannya. Senyumnya sangat mempesona. Dia membuatku terpukau. Sampai-sampai aku tak kuasa memalingkan pandanganku kepada sepasang sepatu yang ingin ku kenakan. Dia benar-benar membiusku dengan senyum nya.

Setiap kali aku melihatnya, senyum itu selalu tersaji di wajahnya. Dan selalu membuatku terpesona. Walaupun senyum itu bukan untukku. Aku mengharap sekali saja dia memberikan senyum manisnya untukku. Dan, terwujud ! Aku benar-benar merasakan hangat senyumnya waktu itu. Dia memang si pemilik senyum manis. Kalau pun bisa aku ingin membingkai senyum itu, dan akan ku pajang sebagai hiasan di dinding kamarku. Biar sewaktu-waktu aku bisa melihat senyumnya.

Dari waktu itu, hubungun kita semakin dekat. Aku terbiasa melihat senyum itu setiap kali kita bertemu. Aku tak pernah bosan untuk melihat senyum manis di wajahnya. Sekalipun, aku tak pernah menginginkan kebosanan itu datang menghampiriku. Setiap kali kita bertemu, aku tak pernah menggunakan jam tangan. Aku takut, waktu akan membawa dia pergi. Aku berharap waktu berhenti saat itu juga. Agar aku bisa terus bersama dia tanpa di ganggu oleh waktu. Canda gurau, cerita apapun selalu kita bagi. Itu yang membuatku terbiasa dengannya. Walaupun cerita sedih, dia tetap menyajikan senyum itu di wajahnya. Aku kecanduan senyumnya.

Kita memang dekat. Tapi kita tak terikat. Aku memang mengaguminya. Aku tergila-gila dengan senyumnya. Itu yang membuatku jatuh cinta. Senyum itu cintaku.

Dan sampai akhirnya dia sadar bahwa aku mencintai dia. Sedikit demi sedikit kita mulai jarang bertemu. Kita jarang berbicara. Dia menjauh. Aku kehilangan dia. Aku kehilangan senyumnya.
Setiap kali kita berpapasan dia selalu menghindar. Setiap kali kita bertatap dia selalu berpaling. Dan lain sebagainya. Aku bingung. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku merasa tak pernah berbuat salah kepadanya.

Sampai akhirnya kita sama-sama lulus dan berpisah. Dia merantau ke kota seberang. Dan aku masih tetap di Bandung. Sejak saat itu, 6 Juli 2008, kita tidak pernah bertegur sama lagi. Dan aku belum mengungkapkan rasa cintaku untuknya, untuk senyumnya. Aku cinta sama dia, si pemilik senyum manis.

Dear Ardy,
"apa kabarmu? Aku kangen dengan mu. Dengan tawa dan senyum mu. Ku harap kamu baik-baik saja dimanapun kamu berada. Aku minta maaf atas semua perlakuanku, yang mungkin membuatmu menghindar dariku. Aku tak tau apa salahku. Jelaskan padaku.
Hubungi aku jika kamu baca tulisan ini."

From Vean

Sabtu, 02 November 2013

Aku menanti

Langit malam ini begitu mendung

Gelap

Tak ada bulan menyapa

Apalagi bintang

Enggan dia muncul

Semua hilang

Meninggalkan ku sendiri

Termenung meratapi sepi

Adakah yang disini?

Adakah yang mau menemani?

Adakah yang mau menerima keluh kesahku?

Semua pergi

Tak ada satupun yang mau menemani

Apa salahku?

Aku ingin pagi segera datang

Matahari segera menemani

Memberikan sinar panasnya untuk kebekuan hati ini

Cepatlah datang pagi

Aku menantimu

Hujan malam ini begitu menyayat hati

Jumat, 25 Oktober 2013

Unpredictable

Sama seperti komedi
Sehari - hari adalah sebuah karnaval
Hari - hari yang begitu indah
Saat - saat seperti ini tampaknya akan berlangsung lama
Tapi,
Suatu hari nanti 'akhir' akan datang
Memisahkan kita
Kemudian,
Dua dari kita akan bertemu lagi
Pada saat itu,
Kita berubah, kita sama - sama dewasa
Tapi, jika aku melupakan mu, aku meminta maaf.
Sesunggungnya aku tidak benar - benar ingin melupakan mu
Karena kamu begitu istimewa bagiku
Ketika kita benar - benar sudah dewasa nanti,
Kamu akan khusus untuk ku,
Mungkin ...

Itulah inginku, keinginan sederhana yang mudah-mudahan direstui oleh Sang Pemberi Keputusan.
Bisa hidup bersama orang yang benar-benar aku cintai. Sejak dulu. Dulu kala. Yapp, tepatnya sepuluh tahun lalu. Aku masih saja mengharapkan dia menjadi pemimpin keluarga di rumahku nanti. Yang akan mengimami ku dan anak-anakku. Menjadi sebuah keluarga yang sempurna.

"hei" sapa seseorang ditengah lamunanku.
Aku segera menutup buku "hei juga" sapaku.
"lagi apa sih? Kok kaget banget dengan kehadiranku. Lagi nulis apa hayo??" selidiknya
"hmm, ga lagi ngapa-ngapain kok. Ini lagi ngerjain tugas kuliah" bohongku.
Tapi, dia tak percaya begitu saja. Dia masih melihat ke arah buku bercover abstarak berwarna biru muda yang sungguh terlalu 'cute' untuk dijadikan buku tugas kuliah.
"ah, apa sih? Aku ga percaya! Jangan bikin aku penasaran deh!"
Aku memang tak pernah menunjukkan buku itu kepada siapapun. Termasuk dia, Bintang, temenku dari sepuluh tahun lalu. Yaps, dia temen baikku sejak kita sama-sama berseragam putih biru.
"ah, ini pasti buku diary mu ya?! Baru lagi? Mudah-mudahan 'subjek' yang diceritainnya juga baru"
"haha, apa sih Bi. Sok tau deh!"
"makanya jangan bikin orang penasaran deh. Aku ga akan mencoba baca-baca buku mu kalau kamu mau cerita sama aku"
"emang kamu sering baca buku diary ku yang dulu-dulu ya?" tuduhku.
"enggaklah Nay. Aku ga akan baca-baca tanpa seijin yang punya."
"Syukur deh. Kalo sampe berani nyentuh, aku bakalan putusin kamu."
"hahahaha" mereka tertawa berbarengan
"Nay, itu buku isinya udah bedakan?" tanya Bintang.
"Mau tau aja apa mau tau banget?"
"Ah, sinting Kau! Beneran Nay, aku tanya serius."
"Aku selalu ceritakan sama kamu. Udah ada 'subjek' baru belum disetiap ceritaku?"
Bintang menggeleng pelan. Berarti isi buku itu masih sama dengan buku - buku diary yang sebelumnya.
"Kamu masih menjadikan dia jadi 'tema' di setiap tulisanmu Nay?"
"pikir aja sendiri! Hahaga"
"ah kau itu Nay. Kenapa sih kamu ga mau cari yang lain. Tuh si Reja ada."
"bukannya ga mau. Tapi belum sempet."
"belum sempet gimana?"
"belum sempet ngebuka hatiku buat yang lain, termasuk Reja."
"jual mahal banget sih. Coba kamu liat, kamu pasti tau kan Fadil udah punya pacar. Itung juga deh berapa kali dia ganti-ganti pacar!"
"empat."
"Nay, dengerin aku! Apa sih istimewanya dia? Dia itu ga ada apa-apanya di bandingkan dengan Reja. Jelas-jelas dia cinta mati sama kamu."
"ah Reja. Fadil itu yang buat aku senyum Bi. Hanya dengan melihat dia senyum, aku juga ikutan senyum. Dia itu magnetku Bi. Aku bisa merasakan senang dan sedih saat melihat dia Bi. Dia jadi alasanku untuk tersenyum. Dia memang ciptaan Tuhan yang sempurna."
"kok kamu ga nyritain yang sedihnya? Dia kan yang selalu bikin malammu merana, menangis. Bikin matamu sembab setiap pagi?"
"jangan salahin dia Bi. Dia ga salah atas kesedihanku"
"Kamu beneran sayang sama dia Nay?"
"ya iyalah. Kalo engga, ngapain aku masih nunggu dia sampai sekarang."
"kamu percaya kan kalau keajaiban itu datang dengan adanya sebuah tindakan?"
Nayla mengangguk.
"trus sampai sekarang kamu masih nunggu aja tanpa tindakan?! Keajaiban ga bakalan datang Nay! Ini saatnya kamu berubah menjadi dewasa. Kamu ga mau kan dateng sendirian nanti di acara pernikahanku?"
Nayla menggeleng.
"kamu tau apa yang harus kamu lakukan kan Nay. Kalau kamu yakin, dia akan menjadi pendampingmu di pernikahanku nanti."

-Bersambung-

Jumat, 18 Oktober 2013

Isyarat Di Sisa Hati

Aku jatuh cinta

Pada seseorang yang sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.

Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya.

Tapi tak kan pernah bisa aku miliki.

Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh.

Sekelebat kemudian hilang begitu saja.

Tanpa sanggup tangan ini mengejar.

Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat.

Sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

Di sisa hati

Setelah lama aku sendiri
Di kejenuhan hatiku
Kau datang tanpa pernah ku duga
Sebelumnya

Kesempatan itu
Ada kembali
Kembali

Kembali hidup dan jatuh cinta
Setelah ku hilang rasa
Dengan sisi hati yang tersisa
Kutemukanmu

Kesempatan itu
Ada kembali
Kembali

Ku rasakan jatuh cinta lagi
Dengan sisa hati ini
Kuberikan kepadamu
Hanya kepadamu

Kusatukan serpihan hati
Meski tak seutuh hatiku yang dulu
Inilah cintaku di sisa hati

Di sisa hati kutemukan dirimu
Jadilah yang terakhir untukku

Rabu, 30 Januari 2013

Who is ?

Lagi pengen nyanyi lagunya Bruno Mars .....
Let's sing together ....

Oh, i was perfect For the circus,  
if she dared me, i do it 
Love makes you stupid, i gave it up, 
But i guess it was not enough
Cause he never seemed satisfied 
(Oohh)
i Know i'm not perfect
But at the end of the day Who is? 
(Oohh) 
He wanted someone thats perfect
Well Okay, But can you tell me Who is?
(Oohh x2) 
He set the bar, just above the stars
A rocket could'nt reach it
But i still kept on reaching 
He watched me try
At least a thousand times
If she loved me, 
He'd stop me But noo 
(Oohh) 
i Know i'm not perfect
But at the end of the day Who is? 
(Oohh) 
He wanted someone thats perfect
Well Okay, But can you tell me Who is?
I saw something worth my future
So wrong So wrong 
In my mind i was all it took
But i guess i wasn't wrong
(Oohh)
i Know i'm not perfect
But at the end of the day Who is? 
(Oohh) 
He wanted someone thats perfect
Well Okay, But can you tell me Who is? 
(Oohh x2)

Rabu, 19 Desember 2012

Love

haiiiii,,,,,
Long time no see ya ....
aku kembali sahabatku ....

To the point,,
i will post some articles on this board ...
Let's see ....
Happy reading guys ....

................................................................
We all know, we have special person in our heart.
When we though about him/her....
We will fell a little earthquake in our heart..
But, we still want to keep him...

I don't know where is he now....
what is he do.....
But, he is the person that makes me know...
A little things about LOVE ....

................................................................
It is because you come in to me...
To live for every time, day or night...
world has a way, a stair...
And it is also has Love and Heart ....

............................................................








Salam - veniuz-

Kamis, 27 September 2012

Graduation n Birthday :)

pamer aaahhhh ...

angka 27 ituuuu ...


kedua, 27 september BIRTHDAY and GRADUATION day... uyeee...
heheeeee

terimakasih semua nya :) terimakasih atas semua dukungan, doa, dan harapannya :) semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan semua doa kalian ...

wisuda sama birthday bareng itu langka banget loohh..
dulu yaa, sebelum pendadaran, yang namanya ngejar dosen itu susahnya minta ampun dahh...
ketemu sih ketemu, tapi TA nya itu loh nggak pernah disentuh.. Gimana tuh perasaan coba ??

sebenarnya udah aku itung juga sih,, tanggal 27 itu pasti wisuda, tapi buat ngejarnya itu susahnya bikin kepala puyeng.. Yah namanya perjuangan, Untung enggak sia-sia...

Tahun kemarin aku masih tiup lilin sama teman2ku ... ini nih fotonya

terimakasih yaahh ryan, laila, dan dika.....
terimakasih yaah tiara, nova, vero, nana, umul, dan winahyuu

kalian semua memberikan kebahagiaan dalam hidupku :* cium satu satu ...

Dan tahun ini ,, jeng jeeeeennnggg .....













Meskipun enggak tiup lilinn, tapi ini udah cukup kok buat pamer ke pocong :D
heheeee .....

One more time, Thanks for everythings GOD, friends, my family :)